Tampilkan postingan dengan label SEMESTER I. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEMESTER I. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2016

Nuzul Al-Qur’an



Nuzul Al-Qur’an
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ulumul Tafsir

Disusun Oleh:
Zaini Maftukhin

STAI KHOZINATUL ULUM BLORA
2015/2016 M.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pembuatan makalan ini dilator belakangi oleh keingintahuan kami sebagai makhluk ciptaan tuhan yang diberi akal dan pikiran sehingga menurut kami untuk mencari tahu segala sesuatu yang telah diciptakannya.
Dari sekian banyak penciptaan Allah SWT, salah satunya adalah adanya nuzul al-Qur’an yang mempunyai arti masing-masing secara etimologi dan terminologi.
Dan agar mengetahui pemeliharaan al-Qur’an. Menyusun makalah ini didasarkan akan tugas kelompok yang harus diselesaikan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan nuzul al-Qur’an ?
2.      Bagaimana tahapan turunnya al-Qur’an ?
3.      Bagaimana pemeliharaan al-Qur’an ?
C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk memenuhi tugas kelompok.
2.      Untuk mengetahui nuzul al-Qur’an.
3.      Untuk mengetahui pemeliharaan al-Qur’an.

ZUHUD dan WARA’



ZUHUD dan WARA’
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah “Ilmu Tasawuf

Disusun Oleh:
Ahmad Anang Rifa’i
Mohamad Ali Musthofa
M. Wahib Shobari
Dhohir Abdul Qohhar

STAI KHOZINATUL ULUM BLORA
2015/2016 M.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Menurut asumsi mayoritas masyarakat indonesia, zuhud dan wara’ sangat bertolak belakang di zaman modern kini. Karena mereka saat ini sedang cinta-cintanya terhadap dunia yakni harta, tahta, dan wanita. Gaya hidup mewah, glamour, dan berlebih-lebihan sudah menjadi karakteristik, sehingga memaksa mereka untuk melakukan perbuatan maksiat (dosa).
Ada beberapa komunitas orang kaya yang berlimpahkan harta dunia, bahkan seolah-olah apa yang mereka rencanakan selalu terealisasikan dengan mudah dan cepat, tetapi mereka masih saja merasa kurang dengan apa yang mereka miliki. Mereka belum bisa menerapkan gaya hidup yang sederhana untuk menuju tingkatan zuhud dan wara’ sehingga banyak kasus korupsi merajalela dalam ranah tanah air indonesia kita.
Oleh karena itu, perlunya pengkajian ulang tentang zuhud dan wara’ dalam kehidupan sekarang ini, Kami mengangkat judul ini demi kemaslahatan umat manusia supaya dapat memahami dan menerapkan sikap zuhud dan wara’ dalam kegiatan sehari-hari, serta menyeimbangkan kehidupan mereka antara duniawi dengan ukhrawinya di dalam era moderen sekarang ini.   

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian zuhud dan wara’?
2.      Bagaimana karakteristik zuhud dan wara’?
3.      Apa saja tingkatan zuhud dan wara’?
4.      Apa saja fadhilah zuhud dan wara’?

C.    Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menyeimbangkan kehidupan antara duniawi dengan ukhrawinya, dengan cara optimalisasi secara intensif di dalam mengetahui salah satu sifat terpuji yakni zuhud dan wara’, dengan target sebagai berikut:
1.      Mahasiswa memperoleh wawasan dan mampu untuk mendefinisikan zuhud dan wara’.
2.      Mahasiswa mampu untuk menyebutkan tingkatan-tingkatan zuhud.
3.      Mahasiswa mengetahui dan dapat menyebutkan karakteristik zuhud dan wara’.
4.      Mahasiswa bisa menjelaskan tentang perkara syubhat.
5.      Mahasiswa mampu menyebutkan fadhilah zuhud dan wara’.
           

Good goverment



Good goverment
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah “PKN

Disusun Oleh:
Zaini Maftukhin

STAI KHOZINATUL ULUM BLORA
2015/2016 M.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Masalah pemerintahan sebagai suatu kenyataan yang tak dapat di hindarkan dalam hidup setiap warganegara memiliki banyak arti bagi mereka, secara perorangan atau secara bersama-sama. Pemerintah adalah harapan dan peluang untuk mewujudkan hidup yang sejahtera dan berdaulat melalui pengelolaan kebebasan dan persamaan yang di miliki oleh warganegara. Suatu masyarakat tanpa pemerintah adalah sebuah kekacauan massal
Harapan lain yang ingin di wujudkan oleh setiap warganegara melalui proses pemerintahan adalah berlangsungnya kehidupan secara wajar, dalam semua bidang dan ukuran kehidupan mereka. Untuk mewujudkan tujuan dan harapan tersebut, maka di perlukan suatu system pemerintahan yang baik dan efektif yang sesuai dengan prinsip-prinsip bersifat demokratis. Konsep pemerintahan yang baik itu di sebut dengan good goverment.
Dalam makalah ini berisi pemaparan dari pengertian good goverment, prinsip-prinsip good goverment, dan penerapannya di Indonesia. Diharapkan juga dengan penulisan makalah ini dapat menambah wawasan tentang good government secara lebih mendalam. Yang tidak kalah pentingnya adalah peran semua lapisan untuk menjalankan tata pemerintahan yang baik.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian good goverment ?
2.      Apa prinsip-prinsip good goverment ?
3.      Bagaimana penerapan good goverment di indonesia ?

C.    Tujuan
1.      Mengetahui pengertian good goverment ?
2.      Mengetahui prinsip-prinsip good goverment ?
3.      Mengetahui penerapan good goverment di indonesia ?


MASYARAKAT MADANI



MASYARAKAT MADANI
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah “Pendidikan Kewarganegaraan

Disusun Oleh:
Mohamad Ali Musthofa
Siti Uswatun Nihayah
Dhohir Abdul Qohhar

STAI KHOZINATUL ULUM BLORA
2015/2016 M.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Untuk mewujudkan kehidupan yang demokratis diperlukan terciptanya masyarakat madani. Kehidupan masyarakat madani ditandai dengan adanya keterbukaan di bidang politik juga memiliki tingkat kemampuan dan kemajuan masyarakat yang tinggi untuk bersikap kritis dan partisipatif dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Ditemukan suatu kemiripan dalam masyarakat pedesaan, yaitu suatu sistem dan karakteristik masyarakat madani seperti gotong royong, saling tolong menolong, beradab, dan lain sebagainya. Namun mayoritas kehidupan di kota bertolak belakang dengan hal-hal tersebut, padahal demi tercapainya cita-cita negara yang adil, makmur, sejahtera, dan beradab diperlukan syarat-syarat untuk menjadi masyarakat madani tersebut. Terutama di wilayah perkotaan, karena kota merupakan suatu jembatan dari desa untuk menuju kesejahteraan yang di inginkan negara.
Oleh karena itu kami mengangkat judul “masyarakat madani” untuk pengkajian ulang kepada semua warga negara indonesia supaya terciptanya masyarakat madani ala negara indonesia yang dapat memajukan dan mensejahterakan bangsa dan negara ini.  
  
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian masyarakat madani?
2.      Bagaimana sejarah pemikiran masyarakat madani?
3.      Apakah karakteristik masyarakat madani?
4.      Bagaimana paradigma dan praktek masyarakat madani di indonesia?
5.      Apakah gerakan sosial untuk memperkuat masyarakat madani?
6.      Apakah organisasi non pemerintah dalam ranah masyarakat madani?
7.      Bagaimana relevansi masyarakat madani dengan penerapan good governance?

C.    Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk optimalisasi bagi mahasiswa dalam mengetahui secara intensif mengenai “Masyarakat Madani” dalam mata kuliah Kewarga Negaraan  dengan target sebagai berikut:
1.      Mahasiswa mengetahui dan dapat mendefinisikan pengertian masyarakat madani.
2.      Mahasiswa mengetahui sejarah pemikiran masyarakat madani.
3.      Mahasiswa mengetahui karakteristik masyarakat madani.
4.      Mahasiswa mengetahui paradigma dan praktek masyarakat madani di Indonesia.
5.      Mahasiswa mengetahui gerakan sosial yang dapat memperkuat masyarakat madani.
6.      Mahasiswa mengetahui organisasi non pemerintah dalam ranah masyarakat madani.
7.      Mahasiswa mengetahui tentang relevansi masyarakat madani dengan penerapan good governance.

ALIRAN JABARIYAH DAN QADARIYAH



ALIRAN JABARIYAH DAN QADARIYAH
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah “Ilmu Kalam

Disusun Oleh:
Saiful Anwar
Ahmad Anang Rifa’i
Mohamad Ali Musthofa

STAI KHOZINATUL ULUM BLORA
2015/2016 M.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Fenomena ketuhanan tampaknya merupakan fakta universal. Hal ini tidak saja ditemukan pada masyarakat modern tetapi juga pada masyarakat yang paling primitif sekalipun. Kajian sejarah tentang asal usul agama telah membuktikan kenyataan ini. Oleh karena itu, banyak para ahli teologi dan falsafat agama yang menisbahkan argumentasi tentang adanya tuhan pada fakta sejarah ini. Bahkan, mereka ada yang menyatakan bahwa fenomena ketuhanan telah tertanam pada diri manusia sebagai ide bawaan sehingga sudah menjadi keyakinan yang kokoh.
Diterangkan dalam hadist nabi bahwa umat islam akan terpecah belah menjadi 73 golongan. Sebab adanya konflik dan perpecahan kelompok dalam agama (khususnya agama islam) sampai sekarang ini menyebabkan islam menjadi lemah dan mudah diadu domba oleh pihak lain. Mereka ingin memanfaatkan perbedaan agama islam ini demi kepentingan peribadi semata. seperti sekarang ini agama islam mempunyai banyak organisasi antara lain NU, Muhamadiyah, MUI, FPI, dan lain sebagainya. Mereka saling memperebutkan kebenaran dan kekuasaan sehingga saling bermusuhan satu sama lain, padahal masih dalam satu lingkup agama. Sebab inilah islam mudah diadu domba oleh pihak luar (asing). Perbedaan ini seharusnya menjadikan islam sebagai agama yang kuat dan bersatu, bukan sebagai agama yang lemah dan mudah diadu domba.
Akhir-akhir ini muncul aliran-aliran keras (radikal) seperti ISIS, aksi teror-meneror yang mengatas namakan agama islam, dan lain sebagainya. Oleh karena itu kami sebagai mahasiswa islam mangangkat judul  “Aliran Jabariyah dan Qadariyah” yang kami rasa sangat perlu untuk membahas dan memahaminya dengan intensif terkait ideologi-ideologi aliran agama islam.  Dan juga sebagai langkah awal dalam  menyikapi maraknya faham radikalisme seperti sekarang ini.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian jabariyah dan qadariyah?
2.      Bagaimana sejarah munculnya aliran jabariyah dan qadariyah?
3.      Apakah saja cabang-cabang aliran jabariyah dan qadariyah?
4.      Siapakah tokoh dan para pemuka alirans jabariyah dan qadariyah?
5.      Apa saja doktrin dan pokok pemikiran aliran jabariyah dan qadariyah?

C.    Tujuan Dan Manfaat Penulisan
1.    Mengetahui  pengertian jabariyah dan qadariyah
2.    Mengetahui sejarah munculnya aliran jabariyah dan qadariyah
3.    Mengetahui cabang-cabang aliran jabariyah dan qadariyah
4.    Mengetahui tokoh dan para pemuka alirans jabariyah dan qadariyah
5.    Mengetahui doktrin dan pokok pemikiran aliran jabariyah dan qadariyah