MASYARAKAT
MADANI
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah “Pendidikan
Kewarganegaraan”
Disusun Oleh:
Mohamad Ali Musthofa
Siti Uswatun Nihayah
Dhohir Abdul Qohhar
STAI KHOZINATUL ULUM BLORA
2015/2016 M.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Untuk mewujudkan
kehidupan yang demokratis diperlukan terciptanya masyarakat madani. Kehidupan
masyarakat madani ditandai dengan adanya keterbukaan di bidang politik juga
memiliki tingkat kemampuan dan kemajuan masyarakat yang tinggi untuk bersikap
kritis dan partisipatif dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Ditemukan suatu
kemiripan dalam masyarakat pedesaan, yaitu suatu sistem dan karakteristik
masyarakat madani seperti gotong royong, saling tolong menolong, beradab, dan
lain sebagainya. Namun mayoritas kehidupan di kota bertolak belakang dengan
hal-hal tersebut, padahal demi tercapainya cita-cita negara yang adil, makmur,
sejahtera, dan beradab diperlukan syarat-syarat untuk menjadi masyarakat madani
tersebut. Terutama di wilayah perkotaan, karena kota merupakan suatu jembatan
dari desa untuk menuju kesejahteraan yang di inginkan negara.
Oleh karena itu kami mengangkat judul “masyarakat madani” untuk pengkajian
ulang kepada semua warga negara indonesia supaya terciptanya masyarakat madani
ala negara indonesia yang dapat memajukan dan mensejahterakan bangsa dan negara
ini.
B.
Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian masyarakat madani?
2. Bagaimana sejarah pemikiran masyarakat madani?
3. Apakah karakteristik masyarakat madani?
4. Bagaimana paradigma dan praktek masyarakat madani
di indonesia?
5. Apakah gerakan sosial untuk memperkuat
masyarakat madani?
6. Apakah organisasi non pemerintah dalam ranah
masyarakat madani?
7.
Bagaimana
relevansi masyarakat madani dengan penerapan good governance?
C.
Tujuan
Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah
untuk optimalisasi bagi mahasiswa dalam mengetahui secara intensif mengenai “Masyarakat Madani” dalam mata kuliah Kewarga Negaraan dengan target sebagai
berikut:
1. Mahasiswa mengetahui dan dapat mendefinisikan pengertian
masyarakat madani.
2. Mahasiswa mengetahui sejarah pemikiran masyarakat madani.
3. Mahasiswa mengetahui karakteristik masyarakat madani.
4. Mahasiswa mengetahui paradigma dan praktek masyarakat madani di
Indonesia.
5. Mahasiswa mengetahui gerakan sosial yang dapat memperkuat
masyarakat madani.
6. Mahasiswa mengetahui organisasi non pemerintah dalam ranah
masyarakat madani.
7. Mahasiswa mengetahui tentang relevansi masyarakat madani dengan penerapan good
governance.